Perang Saudara Keluarga Targayen dan Gambaran Analogi Jokowi Dalam Prekuel Game of Thrones "House of the Dragon"

Stasiun televisi Amerika Serikat HBO baru saja membocorkan Prekuel Game of Thrones, House of the Dragon. Katanya nggak sampai 2022 bakal tayang.
Perang Saudara Keluarga Targayen dan Gambaran Analogi Jokowi Dalam Prekuel Game of Thrones
Ilustrasi Jokowi dalam serial drama fantasi Game of Thrones (Foto: wuines.com)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kabar gembira untuk para penggemar Game of Thrones (GoT). Serial drama fantasi besutan HBO ini bakal meluncurkan lagi serial GoT season anyarnya yang merupakan sebuah prekuel GoT sebelumnya.

Berjudul House of the Dragon, prekuel GoT ini baru saja dibocorkan oleh HBO sendiri saat Tur "TCA Winter", Rabu (15/1/2020).

Stasiun televisi yang bermarkas di New York ini mengonfirmasikan bahwa House of the Dragon tidak akan rilis sampai 2022.

“Dugaanku, kita akan melihatnya tayang di 2022,” kata kepala program HBO, Casey Bloys, dilansir dari Dailymail, Kamis (16/1/2020).

Bloys menambahkan bahwa penulisnya masih bekerja keras membuat kisah yang bagus saat ini.

Oleh karenanya, belum diketahui pasti kapan syuting House of the Dragon akan dimulai.

House of the Dragon awalnya adalah satu dari lima projek yang dimintakan oleh HBO dari sejumlah penulis.

Tetapi, prekuel ini tetap akan berdasarkan buku karya George R.R Martin berjudul Fire & Blood.

Kemudian, House of the Dragon bakal berlatar 300 tahun sebelum House Targaryen dan naga mereka berkuasa.

Sementara, House Targaryen memimpin Westeros selama 300 tahun, sebelum Robert memberontak dan mengakhiri rejim mereka.

Sedangkan, di Game of Thrones, Emilia Clarke menandai akhir dari keluarga Targaryen.

Analogi Jokowi

Berbicara serial Game of Thrones, barangkali satu-satunya kepala negara di dunia yang menggunakan hasil karya sinematografi ini sebagai bahan pidatonya hanya Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Tentu masih lekat dalam ingatan ketika Jokowi memberikan sambutan dalam acara Plennary Meeting, di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, pada 2 Oktober 2018 yang lalu.

Kala itu dihadapan para hadirin dan undangan acara tahunan International Monetary Fund (IMF-WB), Jokowi menyelipkan dalam pidatonya soal kondisi negara-negara ekonomi maju yang terlihat seperti "Game of Thrones".

"Namun, akhir-akhir ini, hubungan antar-negara-negara ekonomi maju semakin lama semakin terlihat seperti "Game of Thrones". ujar Jokowi yang langsung mendapat sambutan tepuk tangan dari hadirin.

Lebih lanjut Jokowi menyampaikan analogi Game of Thrones

Dalam serial“Game of Thrones”, sejumlah houses, Great Families bertarung hebat antara satu sama lain, untuk mengambil alih kendali “the Iron Throne”. “Mother of Dragons” menggambarkan siklus kehidupan. Perebutan kekuasaan antar-para “Great Houses” itu bagaikan sebuah roda besar yang berputar. Seiring perputaran roda, satu Great House tengah Berjaya, sementara House yang lain menghadapi kesulitan, dan setelahnya, House yang lain Berjaya, dengan menjatuhkan House yang lain.

Sementara itu dalam GoT season House of the Dragon sendiri mengambil kisah 300 tahun sebelum peristiwa Game of Thrones, menceritakan asal usul dari keluarga Targareyn.

Diasumsikan bahwa keluarga Targareyn menggunakan kekuatan naganya untuk memerintah.

Karakter Targayen pertama kali diperkenalkan dalam A Game of Thrones (1996). Daenerys adalah salah satu dari dua anggota yang masih hidup (bersama dengan kakak laki-lakinya, Viserys) dari House Targaryen, yang mana sampai empat belas tahun sebelum peristiwa novel pertama telah memerintah Westeros selama hampir tiga ratus tahun.

Dia muncul kembali di A Clash of Kings (1998) dan A Storm of Swords (2000). Daenerys adalah salah satu dari beberapa karakter terkenal yang tidak masuk dalam A Feast for Crows (2005). Namun ia kembali dalam novel A Dance with Dragons (2011).

Di GoT "House of the Dragon" ini divisualkan terjadinya perang saudara di keluarga Targayen.

Apa yang dianalogikan Jokowi bahwa gambaran hubungan antara negara-negara ekonomi maju seperti Game of Thrones, bahkan di prekuel terbarunya House of the Dragon, tentu benar adanya.

"Namun, yang mereka lupa, tatkala para Great Houses sibuk bertarung satu sama lain, mereka tidak sadar adanya ancaman besar dari Utara. Seorang Evil Winter, yang ingin merusak dan menyelimuti seluruh dunia dengan es dan kehancuran." petikan pidato Jokowi.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0