Justin Bieber Idap Penyakit Lyme. Apa itu Penyakit Lyme?

PenyanyiJustin Bieber mengakui dirinya menderita sakit Lyme.
Justin Bieber Idap Penyakit Lyme. Apa itu Penyakit Lyme?
Justin Bieber

Jakarta, Nusantaratv.com - Melalui unggahan di Instagram, Kamis (9/1),  Justin Bieber mengungkap bahwa dirinya didiagnosa menderita penyakit Lyme (Lyme disease).

Dia menyampaikan hal ini setelah merasa terganggu dengan ragam tuduhan orang akan penampilannya.

"Sementara banyak orang terus mengatakan Justin Bieber terlihat seperti sampah, menggunakan methamphetamine, dan lain-lain. Mereka gagal menyadari bahwa saya baru-baru ini didiagnosis dengan penyakit Lyme, tidak hanya itu tetapi juga kasus serius mono kronis yang mempengaruhi saya, kulit, fungsi otak, energi, dan kesehatan secara keseluruhan," tulis Bieber.

Lebih lanjut, pelantun Sorry itu kemudian mengatakan bahwa penjelasan lebih dalam tentang diagnosa ini akan ia ungkap lewat seri dokumen tentang dirinya di YouTube.

"Kalian bisa mempelajari semua yang telah saya perjuangkan dan MENGATASINYA!! Beberapa tahun yang sulit tetapi mendapatkan perawatan yang tepat akan membantu mengobati penyakit yang sejauh ini tak tersembuhkan. Saya akan kembali dan lebih baik dari sebelumnya," lanjut Bieber.

Lantas apakah penyakit Lyme itu? Berikut penjelasannya.

Penyakit Lyme adalah salah satu jenis penyakit menular pada manusia dan hewan dengan perantara (vektor) berupa kutu.

Penyakit ini diberi nama Lyme dari kata Old Lyme, suatu kota di Connecticut dimana kasus ini pertama kali ditemukan.

Penyakit ini disebabkan oleh Borrelia burgdoferi, bakteri dari golongan Spirochetes, dan disebarkan secara luas oleh kutu Ixodes scapularis.

Kutu tersebut umumnya menghisap darah burung, hewan peliharaan, hewan liar, dan juga manusia.

Untuk mencegah gigitan kutu pada kulit dan dari pakaian, dapat digunakan senyawa penangkal kutu berupa dietil-m-toluamida (DEET).

Vaksin untuk penyakit Lyme juga telah dikembangkan dan terutama diperuntukkan untuk hewan. Untuk mengobati infeksi penyakit ini, dapat digunakan doksisiklin (senyawa turunan tetrasiklin), atau amoksisilin (antibiotik beta-laktam) selama 20-30 hari. Apabila penyakit telah memasuki fase kronis maka dapat digunakan penisilin atau ceftriaxone dalam dosis tinggi yang disertai dengan probenicid, senyawa kimia yang dapat mempertahankan serum antibiotik di dalam tubuh hingga 30 hari.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0