Kasus Wanprestasi Ashanty Kembali Disidangkan

Sidang lanjutan kasus dugaan wanprestasi yang dilakukan artis Ashanty kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Jawa Tengah.
Kasus Wanprestasi Ashanty Kembali Disidangkan
Ashanty

Jakarta, Nusantaratv.com - Artis Ashanty kembali harus menjalani sidang atas kasus wanprestasi yang menjeratnya. Dalam sidang yang digelar Rabu (19/2/2020) itu, hadir penggugat yakni Martin Pratiwi yang didampingi kedua kuasa hukumnya. Ashanty sendiri tak hadir dan hanya diwakili pengacaranya Sinta Romaida.

Pengacara Martin Pratiwi, Aditya Setiawan, dalam persidangan ini mengajukan 22 bukti dokumen berupa surat perjanjian kerja sama kontrak dan bukti pembayaran pajak.

Aditya mengatakan, pada sidang berikutnya juga akan mengajukan bukti-bukti tambahan.

Pihaknya akan mengajukan kembali bukti sekitar lima dokumen.

"Nanti akan kami serahkan sekitar lima bukti. Ada bukti transaksi antara pihak penggugat dan tergugat, di mana penggugat hanya menerima uang sekira Rp 1.2 miliar," ujar Aditya di Pengadilan Negeri Purwokerto, Jawa Tengah.

Pengacara Ashanty, Sinta Romaida, tidak berkomentar banyak soal bukti yang diajukan penggugat.

Dia mengaku masih ingin memeriksa berkas yang diserahkan Martin Pratiwi terlebih dahulu.

Sebelumnya, Ashanty selaku tergugat dan Martin Pratiwi selaku penggugat sepakat menjalani sidang secara elektronik atau e-court dalam sidang gugatan wanprestasi di Pengadilan Negeri Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Dalam sidang lanjutan gugatan wanprestasi yang digelar di Pengadilan Negeri Purwokerto, Selasa (14/1/2020), Hakim Dian Anggraini meminta kuasa hukum Martin Pratiwi maupun kuasa hukum Ashanty membahas masalah sidang secara elektronik yang telah disepakati oleh penggugat maupun tergugat.

Meski demikian, hakim belum bisa menentukan waktu pelaksanaan sidang secara elektronik tersebut karena harus menunggu tanda tangan dari hakim ketua.

Setelah berdiskusi, Hakim Dian Anggraini mengharapkan kedua belah pihak tetap melakukan mediasi agar gugatan wanprestasi tersebut dapat diselesaikan secara damai.

Selanjutnya, hakim memutuskan sidang ditutup dan dilanjutkan pada Senin (20/1/2020) dengan agenda penandatanganan jadwal sidang secara elektronik.

Saat ditemui usai sidang, Kuasa Hukum Martin Pratiwi, Udhin Wibowo mengatakan, pihak tergugat sudah menyepakati melakukan persidangan secara elektronik (e-court).

"Pada prinsipnya, kami sudah setuju. Dari persidangan yang lalu, kami sudah sepakat melakukan sidang secara e-court. Ini sesuai dengan prinsip persidangan sederhana, cepat, dan murah," kata Udhin seperti dilansir dari Antara, Selasa.

Karena hakim ketua tidak hadir, lanjut dia, jadwal sidang secara elektronik belum bisa ditandatangani sehingga persidangan ditunda hingga Senin (20/1/2020).

Terkait mediasi, pihak penggugat mengaku sejak awal sudah beritikad baik dengan menghadiri jadwal mediasi.

"Bahkan, prinsipal penggugat juga hadir setiap kali ada jadwal mediasi. Kemudian dari pihak tergugat (prinsipal) sama sekali tidak hadir," ujar Udhin.

Padahal, kata dia, berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016, prinsipal wajib hadir dalam mediasi apabila tidak ada halangan tetap.

"Kalau kita lihat kemarin di pemberitaan-pemberitaan, ketidakhadirannya (Ashanty), katanya karena sakit. Cuma di beberapa pemberitaan lain juga kita lihat pada waktu sidang mediasi, beliau sedang liburan, jalan-jalan ke mana. Kami tidak melihat itikad baik dari tergugat, maka kami lanjutkan proses ini sesuai dengan prosedur saja," kata Udhin.

Sementara itu, Kuasa Hukum Ashanty, Sinta Romaida belum bersedia memberi komentar terkait dengan sidang gugatan wanprestasi tersebut.

"Nanti ya, saya mau urus e-court dulu," kata Sinta.

Setelah lama ditunggu, Sinta tidak terlihat keluar melalui pintu kunjungan yang berada di sisi barat PN Purwokerto dan ketika wartawan memutuskan pergi, kuasa hukum Ashanty itu terlihat bergegas keluar dari pintu depan pengadilan dan langsung naik ke mobil warna hitam yang telah menunggunya.

Diberitakan sebelumnya, gugatan dengan nomor perkara 66/Pdt.G/2019/PN Pwt tersebut dilayangkan Martin Pratiwi atas dugaan wanprestasi yang dilakukan Ashanty dalam kerja sama bisnis bidang kosmetik.

Penggugat menuntut tergugat untuk membayar penggantian biaya, kerugian dan bunga karena perbuatan wanprestasi yang dilakukan tergugat terhadap penggugat dengan total sebesar Rp 14.319.069.006. (banjarmasinpost.co.id)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0