Ketika Infotainment Kian Tergerus, Artis Malah Menangguk Untung Lewat Medsos dan YouTube

Sejumlah artis kini banyak memberitakan diri sendiri melalui media sosial juga YouTube.
Ketika Infotainment Kian Tergerus, Artis Malah Menangguk Untung Lewat Medsos dan YouTube
Ayu Ting Ting saat diwawancarai oleh infotainment

Jakarta, Nusantaratv.com - Lima tahun lalu Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sudah melakukan riset mengenai indeks kualitas program siaran televisi. Hasilnya sebenarnya tak mengejutkan. 

Disebutkan dalam hasil riset indeks kualitas program siaran televisi, bahwa  program infotainmen berada pada peringkat bawah dengan nilai indeks yang tidak berkualitas. 

Bukan cuma kualitasnya yang berada paling bawah, lagi-lagi infotainment disebutkan mendominasi perolehan sanksi atas pelanggaran pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran (P3 & SPS) KPI 2012.
 
Beberapa aspek penilaian dari KPI memang sering membuat program infotainment terjerumus masalah. Pada 2015 misalnya, 12 program infotainment ditegur KPI karena mengumbar urusan pribadi dan menyoroti konflik rumah tangga selebritas. 

Kemudian pada 2016, Indra Bekti mengajukan laporan ke KPI atas pemberitaan infotainment yang mencemarkan nama baiknya. KPI juga pernah memberi teguran tertulis pada Eksis Global TV karena menayangkan adegan berbahaya yang tidak patut.

Infotainment memang acap masuk ke kamar tidur para artis sehingga terkait aspek "menghormati kehidupan pribadi" senantiasa menjadi masalah yang paling banyak dihadapi program ini. 

Kiss Pagi Indosiar, Silet RCTI, E News Siang-Net TV, maupun Selebrita Siang Trans 7 merupakan beberapa program yang mendapatkan penilaian rendah untuk aspek ini pada periode II 2017.

Tayangan infotainment juga kerap dikritik. Program ini dilihat sebagai tontonan rendah kualitas dan perlu edukasi. Belum lagi adanya pertanyaan, apakah infotainment merupakan sebagai produk jurnalistik atau bukan. 

Tayangan infotainment memang kerap tak dianggap produk jurnalistik karena tidak mengetengahkan isu yang tidak dianggap sebagai kepentingan publik sebagaimana pers seharusnya. 

Tayangan ini menampilkan urusan privat, bahkan urusan privat yang dipublikasikan pun ada kalanya tidak memenuhi kaidah verifikasi. 

Namun, terlepas dari kategorisasi infotainment sebagai produk jurnalistik atau bukan, ia jelas butuh dibenahi. Terutama karena ia disiarkan dalam medium televisi yang adalah ruang publik. 

Jika tidak, degradasi kualitas program diprediksi kembali terjadi di tahun-tahun berikutnya. Artinya, publik dicekoki tayangan tidak bermutu.

Kemana kemudian para selebriti ingin mempublikasikan dirinya setelah program infotainmen makin berkurang karena dinilai memiliki kualitas rendah?

Ya betul. Sejumlah artis memanfaatkan keberadaan media sosial maupun kanal berbagi video YouTube untuk menyiarkan sendiri kegiatannya.

Apakah dengan begitu infotainment tak laku lagi di kalangan artis? Tidak juga. Karena sampai detik ini masih ada sejumput program infotainment yang masih setia mengawal para pesohor seperti ke mall untuk shooping, kulineran, fitnes, berbagi dengan sesama dan masih banyak lagi lainnya.

Yang jadi pertanyaan berikutnya, rugikah artis ketika infotainmen makin berkurang jumlahnya? Jawabannya tentu tidak rugi. Karena dengan menggunakan media seperti media sosial dan YouTube, sejumlah artis malah menangguk keuntungan yang jumlahnya bahkan di luar perkiraan.

Tengok yuk berapa penghasilan sejumlah artis dari chanel mereka di Youtube.

Pertama Raditya Dika. Estimasi penghasilan Raditya Dika per tahun sekitar US$ 46 ribu hingga US$ 739 ribu atau Rp 623 juta sampai Rp 10 miliar.

Lalu ada Ria Ricis. Adik Oki Setiana Dewi ini punya pendapatan dari YouTube sekitar US$ 90 ribu hingga US$ 1,4 juta atau Rp 1,2 miliar sampai Rp 18 miliar.  

Kemudian Gen Halilintar termasuk salah satu peraup miliaran rupiah melalui platform YouTube. Mereka kini sudah memiliki lebih dari 2,3 juta subscriber. Estimasi penghasilan per tahun dari akun YouTube Gen Halilintar mencapai US$ 175 ribu hingga US$ 2,8 juta atau Rp 2,3 miliar sampai Rp 37 miliar.

Ada juga Rapper Young Lex. Estimasi pendapatan yang dimiliki Young Lex dari YouTuber berkisar antara US$ 26 ribu hingga US$ 411 ribu atau Rp 352 juta sampai Rp 5,5 miliar.

Bukan cuma lewat YouTube, sejumlah artis juga mendapatkan uang besar melalui media sosial Instagram saat menjadi endorsement sebuah produk.

Sebut saja Princess Syahrini yang dibayar Rp 100 juta buat satu kali postingan per hari.

Raffi dan Nagita memasang tarif endorse sebesar Rp 22 juta untuk satu kali promo lewat akun IG mereka.

Ayu Ting-Ting memasang tarif endorsement sebesar Rp 17 juta untuk sekali posting video di Instagramnya.  

Luna Maya memasang tarif Rp 11,2 juta untuk sekali melakukan kerja sama endorsement

Zaskia Adya Mecca mematok tarif endorse-nya Rp 10 juta dan non kecantikan Rp 5,6 juta. Sementara untuk video lebih mahal lagi, sekitar Rp 14,5 juta dan Rp 1,5 juta untuk Instagram Story.

Masih ada lagi Chelsea Olivia, Jessica Iskandar serta Ashanty yang memasang tarif berbeda satu sama lain.

Jadi jelas, ketika Infotainment tergerus, artis malah menangguk untung lewat Medsos dan YouTube. (Alam-Berbagai Sumber)
 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0